Header - Mutu Perguruan Tinggi

[Webinar] Penguatan Budaya Mutu Melalui SPMI yang Terukur dan Berkelanjutan

SEMARANG,- Platform mutuperguruantinggi.id kembali menyelenggarakan kelas mutu untuk para civitas akademika perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring via Zoom Meeting pada hari Kamis, 24 November 2022. Adapun narasumber pada kegiatan tersebut adalah Ibu Dr. Wiwik Sri Utami, M.P selaku praktisi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kelas mutu kali ini mengangkat tema yaitu “Strategi Penguatan Budaya Mutu melalui SPMI yang Terukur dan Berkelanjutan Menuju Akreditasi Unggul”. Tema ini tentunya relevan untuk perguruan tinggi yang ingin mendapatkan akreditasi unggul dan ingin mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan, salah satunya adalah dengan membentuk budaya mutu di perguruan tinggi. Budaya mutu yang sudah terbentuk harus tetap dijalankan dengan komitmen penuh mulai dari pimpinan sampai personel akar rumput. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Dengan penerapan SPMI yang baik, terukur dan berkelanjutan dapat meningkatkan mutu program studi maupun perguruan tinggi. Ibu Wiwik, dalam paparannya saat kelas berlangsung menjelaskan bahwa perbaikan terus-menerus dari hal yang kecil akan membuat sebuah kebiasaan yang baik dan menjaga mutu dari perguruan tinggi. Hal-hal tersebut misalnya adalah komunikasi yang terbuka antar personel, kerjasama yang baik di dalam tim, menginginkan masukan dan umpan balik, serta yang paling penting adalah adanya komitmen dari pimpinan. Kelas mutu ini dihadiri oleh lebih dari 200 perwakilan perguruan tinggi di Indonesia. Platform mutuperguruantinggi.id selalu mengadakan kelas-kelas mutu dengan tema yang relevan dan bermanfaat untuk mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Sampai jumpa di Kelas Mutu selanjutnya! Referensi : Tim Pengembang SPMI Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. 2016. “Kebijakan Nasional Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi”. https://lldikti11.ristekdikti.go.id/download/pdf/255. Diakses pada Sabtu, 28 November 2022 pukul 11.00 WIB

Ujian Kualifikasi QC Kentei Pertama di Indonesia: Langkah Penting Menuju Standar Kompetensi Global dalam Quality Control

QC Kentei

Ujian Kualifikasi QC Kentei Pertama di Indonesia: Langkah Penting Menuju Standar Kompetensi Global dalam Quality Control Pada 9 November 2022, PT. Padmalab Global Indonesia bekerja sama dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan Japanese Standard Association (JSA) menyelenggarakan ujian kualifikasi QC Kentei pertama di Indonesia. Acara yang terbuka untuk umum ini diadakan di Hotel Best Western Cawang, Jakarta Timur, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan penting dari industri dan organisasi standardisasi. Kehadiran Perwakilan Penting dan Jumlah Peserta Acara ini dihadiri oleh Mr. Daisuke dari Japanese Standard Association (JSA), Bapak Remi Ramdani selaku pimpinan dari PT. Padmalab Global Indonesia, serta Ibu Konny Sagala, S.Si, Direktur Sistem Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standarisasi Nasional (BSN). Jumlah peserta ujian ini mencapai 100 orang. Ujian QC Kentei ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang manajemen kualitas di Indonesia. Apa Itu QC Kentei? QC Kentei adalah ujian yang bertujuan untuk menilai pengetahuan individu mengenai Quality Management, Quality Control, dan Kaizen. Ujian ini sangat relevan bagi mereka yang bekerja atau berencana bekerja di bidang manajemen kualitas dalam berbagai organisasi. Kerjasama antara negara-negara ASEAN dan pemerintah Jepang, melalui Japan-ASEAN Integration Fund, turut mendukung pengembangan kompetensi ini sebagai bagian dari kerjasama multilateral yang lebih luas. Tingkat Kesulitan dan Materi Ujian Pada ujian kali ini, tingkat kesulitan berada di level 4 (pemula), yang ditujukan bagi mahasiswa dan staf QC yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang Quality Control. Materi ujian mencakup pemahaman dasar mengenai aturan manajemen kualitas, metode kerja, dan prinsip-prinsip Kaizen yang esensial untuk peningkatan kualitas dalam organisasi. Manfaat Sertifikasi QC Kentei Bagi peserta yang berhasil lulus ujian QC Kentei, sertifikat yang diperoleh memiliki berbagai manfaat, antara lain: Meningkatkan nilai personal di mata perusahaan, sehingga lebih kompetitif dalam dunia kerja. Menyediakan panduan untuk pemetaan kurikulum dan kompetensi ideal bagi staf QC. Menjadi role model bagi perusahaan dalam menetapkan standar kompetensi dan pelatihan. Menginisiasi perbaikan dan pengembangan kualitas QC yang lebih baik, baik bagi individu maupun organisasi. Jadilah Bagian dari Generasi QC Profesional! Ujian QC Kentei ini adalah langkah awal yang tepat untuk meningkatkan kompetensi Anda di bidang Quality Management dan Quality Control. Apakah Anda siap untuk meningkatkan kualitas diri dan perusahaan Anda? Daftarkan diri Anda sekarang untuk pelatihan bersama kami dan raih sertifikasi yang akan membuka peluang karir lebih luas! Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Ujian Kualifikasi QC Kentei Pertama di Indonesia

JAKARTA,- PT. Padmalab Global Indonesia bersama Badan Standarisasi Nasional dan bekerjasama dengan Japanese Standard Association (JSA) telah menggelar ujian kualifikasi QC Kentei pertama di Indonesia dan terbuka untuk umum. Ujian tersebut dilaksanakan pada Rabu, 09 November 2022 bertempat di Hotel Best Western Cawang, Jakarta Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh Mr. Daisuke, selaku perwakilan dari Japanese Standard Association (JSA), Bapak Remi Ramdani, selaku pimpinan dari PT. Padmalab Global Indonesia, Ibu Konny Sagala, S.Si selaku Direktur Sistem Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standarisasi Nasional (BSN), serta para staf dari JSA, PT. Padmalab Global Indonesia dan BSN. Adapun jumlah peserta yang mengikuti ujian ini berjumlah 100 orang. QC Kentei adalah sebuah patokan untuk menilai pengetahuan seseorang mengenai Quality Management, Quality Control dan Kaizen. Ujian QC Kentei ditujukan untuk mereka yang bekerja atau sedang mempersiapkan diri untuk bekerja di organisasi manapun. Kerjasama yang selama ini terjalin antara negara-negara ASEAN dan pemerintah Jepang (Japan-ASEAN Integration Fund) tidak hanya membahas terkait aspek ekonomi, namun juga aspek kompetensi. Asosiasi Standar Jepang (JSA Group) yang merupakan lembaga standardisasi asal Jepang turut berkontribusi dan berperan aktif dalam kerjasama multilateral ini. Adapun tingkat kesulitan dalam ujian ini ada di level 4 (pemula). Level pemula ditujukan kepada para mahasiswa maupun staff QC yang ingin memahami QC secara lebih mendalam. Pengetahuan dan kompetensi yang dibutuhkan ketika menghadapi ujian level 4 QC Kentei antara lain berupa pemahaman aturan yang berkaitan dengan manajemen kualitas, metode kerja, cara kerja, peningkatan kualitas. Para peserta yang lulus ujian QC Kentei akan mendapatkan sertifikat yang memiliki manfaat, yaitu : Referensi : Staff. 2022. “Apa Itu QC Kentei Examination”. https://padmalab.id/apa-itu-qc-kentei-examination/. Diakses pada Senin, 14 November 2022 pukul 15.00 WIB Staff. 2022. “Manfaat Mengikuti QC Kentei dan Mendapatkan Sertifikat Kelulusan”. https://padmalab.id/manfaat-mengikuti-qc-kentei-dan-mendapatkan-sertifikat-kelulusan/. Diakses pada Senin, 14 November 2022 pukul 15.00 WIB JAIF Management Team. 2022. “QC Kentei Examination: A Renown International Quality Certification Program Previously only in Japan, now in Malaysia”. https://jaif.asean.org/whats-new/qc-kentei-examination-a-renown-international-quality-certification-program-previously-only-in-japan-now-in-malaysia/. Diakses pada Selasa, 15 November 2022 pukul 15.40 WIB

Kick Off Meeting dan GAP Analysis Implementasi ISO 21001:2018 Pascasarjana Universitas Lampung

LAMPUNG,- Padma Global Nusatama bersama Pascasarjana Universitas Lampung telah mengadakan kegiatan Kick of Meeting dan GAP Analysis Implementasi ISO 21001:2018. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Rabu, 02 November 2022. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Pascasarjana Universitas Lampung, Bapak Prof. Dr. Ahmad Saudi Samosir, S.T., M.T., Wakil Direktur Pascasarjana Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Bapak Prof. Dr. Abdurrahman, M.Si, Wakil Direktur Bidang Umum, Bapak Dr. Maulana Mukhlis, S.Sos., M.IP., serta para dosen dan staf di lingkungan Pascasarjana Universitas Lampung. Sementara itu, Wakil Direktur Pascasarjana Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, yaitu Bapak Prof. Dr. Abdurrahman, M.Si, menyampaikan harapannya melalui kegiatan ini, setiap dosen dan staf yang berada di lingkungan Pascasarjana Universitas Lampung mampu memahami dan terus berkomitmen dalam penerapan ISO 21001:2018. “Kami ingin adanya match antara visi misi, langkah-langkah pencapaian dengan implementasi ISO ini”, ujar beliau. Kegiatan Kick Off Meeting ini diawali dengan GAP Analysis mengenai kondisi di Pascasarjana Universitas Lampung, seperti identifikasi kebutuhan, kendala yang dihadapi, serta proses kegiatan di unit kerja. Dalam kegiatan ini juga dijelaskan mengenai tahapan-tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan kedepannya.

Kick Off Meeting ISO 21001:2018 Pascasarjana Universitas Jambi

JAMBI,- Padma Global Nusatama bersama Pascasarjana Universitas Jambi telah mengadakan kegiatan Kick of Meeting serta Pelatihan Pemahaman ISO 21001:2018 untuk Program Studi di lingkungan Pascasarjana Universitas Jambi Tahun 2022. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 02 November 2022 bertempat di Swiss-Bell Hotel, Jambi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Bapak Ir. Yusrizal, M.Sc., Ph.D, Direktur Pascasarjana, Bapak Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M, Ketua Program Studi, serta 3 orang dosen dan staf dari setiap program studi di lingkungan Pascasarjana Universitas Jambi. Dalam sambutannya, Bapak Ir. Yusrizal, M.Sc., Ph.D., menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya Pelatihan Pemahaman ISO 21001:2018, semua dosen serta para tenaga didik lainnya akan lebih memahami pentingnya ISO sebagai langkah untuk pembenahan tata kelola yang bersifat non akademik dalam Renstra. Serta, dosen dan tendik mampu untuk memahami aturan dan persyaratan ISO untuk mengoptimalkan pelayanan di Universitas Jambi. Tak lupa pula, beliau berharap bahwa tata kelola di Universitas Jambi akan semakin baik di masa yang akan datang. Penandatanganan komitmen kerja oleh Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Pascasarjana, dan 7 orang Ketua Program Studi di lingkungan Pascasarjana dilakukan sebagai bentuk komitmen dari Universitas Jambi dalam melaksanakan ISO 21001:2018. Sebagaimana mengutip dari sambutan yang disampaikan oleh Direktur Pascasarjana Universitas Jambi, Bapak Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M, bahwa pelaksanaan ISO sudah dimulai sejak penandatanganan komitmen tersebut. Referensi : Asril, Silvia Yuliansari. 2022. “Kick Off Meeting ISO 21001:2018 Pascasarjana Universitas Jambi”. https://www.unja.ac.id/kick-of-meeting-iso-21001201-pascasarjana-unja/. Diakses pada 09 November 2022 pukul 10.00 WIB.

Kick Off Meeting dan GAP Analysis ISO 21001:2018 di Pascasarjana Universitas Lampung: Langkah Awal Mewujudkan Tata Kelola Pendidikan Berkualitas

Universitas Lampung

Kick Off Meeting dan GAP Analysis ISO 21001:2018 di Pascasarjana Universitas Lampung: Langkah Awal Mewujudkan Tata Kelola Pendidikan Berkualitas Pada 2 November 2022, Padma Global Nusatama bersama Pascasarjana Universitas Lampung mengadakan kegiatan Kick Off Meeting dan GAP Analysis untuk Implementasi ISO 21001:2018. Acara yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan Universitas Lampung dalam menerapkan standar manajemen pendidikan yang diakui secara internasional. Dihadiri oleh Pimpinan dan Staf Kunci Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pascasarjana Universitas Lampung, Bapak Prof. Dr. Ahmad Saudi Samosir, S.T., M.T.,. Wakil Direktur Pascasarjana Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Bapak Prof. Dr. Abdurrahman, M.Si, serta Wakil Direktur Bidang Umum, Bapak Dr. Maulana Mukhlis, S.Sos., M.IP. Selain itu, para dosen dan staf juga turut serta dalam kegiatan ini, menunjukkan keseriusan universitas dalam meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan. Harapan dari Wakil Direktur Pascasarjana Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Dalam sambutannya, Bapak Prof. Dr. Abdurrahman, M.Si., menekankan pentingnya kegiatan ini untuk memahami dan berkomitmen terhadap penerapan ISO 21001:2018. Beliau berharap bahwa setiap dosen dan staf di Pascasarjana Universitas Lampung dapat menyelaraskan visi dan misi universitas dengan langkah-langkah implementasi ISO, guna mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih baik. GAP Analysis: Mengidentifikasi Kebutuhan dan Kendala Kegiatan Kick Off Meeting ini dimulai dengan sesi GAP Analysis yang membahas kondisi saat ini. Analisis ini mencakup identifikasi kebutuhan, kendala yang dihadapi, serta proses kegiatan di unit kerja. Dengan adanya GAP Analysis, universitas dapat mengetahui area yang perlu diperbaiki dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk memastikan penerapan ISO 21001:2018 berjalan dengan baik. Siapkah Anda Meningkatkan Standar Pendidikan di Institusi Anda? Implementasi ISO 21001:2018 di Pascasarjana Universitas Lampung merupakan langkah penting menuju tata kelola pendidikan yang lebih baik. Apakah institusi Anda juga ingin mencapai standar internasional dalam manajemen pendidikan? mutuperguruantinggi.id siap mendampingi Anda dalam setiap tahap penerapan ISO 21001:2018. Hubungi kami sekarang untuk memulai perjalanan menuju peningkatan kualitas pendidikan!

Kick Off Meeting dan Pelatihan ISO 21001:2018 di Pascasarjana Universitas Jambi: Langkah Awal Menuju Standar Internasional

Pelatihan ISO 21001:2018

Kick Off Meeting dan Pelatihan ISO 21001:2018 di Pascasarjana Universitas Jambi: Langkah Awal Menuju Standar Internasional Pada 2 November 2022, Padma Global Nusatama bersama Pascasarjana Universitas Jambi mengadakan kegiatan Kick Off Meeting serta Pelatihan Pemahaman ISO 21001:2018. Acara ini diselenggarakan di Swiss-Bell Hotel, Jambi. Tujuan acara ini untuk memperkenalkan dan mempersiapkan Program Studi di lingkungan Pascasarjana Universitas Jambi untuk mengimplementasikan standar manajemen pendidikan yang diakui secara internasional. Dihadiri oleh Pimpinan dan Staf Kunci Universitas Jambi Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Ir. Yusrizal, M.Sc., Ph.D. Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M., juga turut hadir. Ketua Program Studi ikut hadir bersama tiga dosen dan staf dari setiap program studi. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen Universitas Jambi dalam meningkatkan tata kelola pendidikan. Mereka juga berkomitmen meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar ISO 21001:2018. Sambutan dan Harapan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dalam sambutannya, Bapak Ir. Yusrizal, M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah awal untuk pembenahan tata kelola non-akademik yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Universitas Jambi. Beliau berharap bahwa melalui pemahaman yang lebih baik tentang ISO 21001:2018, para dosen dan tenaga kependidikan di Universitas Jambi dapat lebih optimal dalam menjalankan pelayanan dan tata kelola, sehingga membawa universitas menuju standar internasional. Penandatanganan Komitmen Kerja sebagai Wujud Komitmen Implementasi ISO 21001:2018 Acara ini juga diwarnai dengan penandatanganan komitmen kerja oleh Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Pascasarjana, dan 7 orang Ketua Program Studi. Penandatanganan ini menjadi simbol dimulainya implementasi ISO 21001:2018 di Universitas Jambi. Bapak Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa komitmen ini menandai langkah awal yang penting dalam perjalanan Universitas Jambi menuju tata kelola pendidikan yang lebih baik dan berstandar internasional. Maju Bersama Menuju Tata Kelola Pendidikan yang Berkualitas Universitas Jambi telah memulai langkah besar untuk meningkatkan tata kelola pendidikan melalui implementasi ISO 21001:2018. Apakah institusi pendidikan Anda siap untuk mengikuti jejak ini? Padma Global Nusatama siap mendampingi Anda dalam setiap tahap proses ini. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan pendampingan terbaik dan membawa institusi Anda menuju standar internasional. Bersama mutuperguruantinggi.id, kita tingkatkan kualitas pendidikan di Indonesia!

Tujuan Penjaminan Mutu

Guna memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi secara internal dan untuk mewujudkan visi dan misi secara berkelanjutan, serta untuk memenuhi kebutuhan para stakeholders melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Tujuan penjaminan mutu dapat terwujud dengan melalui kegiatan penjaminan mutu yang dijalankan secara internal oleh Perguruan Tinggi, yang selanjutnya akan dikendalikan melalui Monitoring dan Evaluasi Diri (Monev) dan diaudit melalui kegiatan Audit Mutu lnternal (AMI). Pelaksanaan penjaminan mutu mempunyai tujuan. Tujuan kegiatan penjaminan mutu menurut pendapat Yorke (1997), antara lain sebagai berikut: Membantu perbaikan dan peningkatan secara terus-menerus dan berkesinambungan melalui praktik yang terbaik dan mau mengadakan inovasi. Memudahkan mendapatkan bantuan, baik pinjaman uang atau fasilitas atau bantuan lain dari lembaga yang kuat dan dapat dipercaya. Menyediakan informasi pada masyarakat sesuai sasaran dan waktu secara konsisten, dan bila mungkin, membandingkan standar yang telah dicapai dengan standar pesaing. Menjamin tidak akan adanya hal-hal yang tidak dikehendaki. Selain itu, tujuan dari diadakannya penjaminan kualitas (quality assurance) ini adalah agar dapat memuaskan berbagai pihak yang terkait di dalamnya, sehingga dapat berhasil mencapai sasaran masing-masing”. Tujuan dari diselenggarakan penjaminan kualitas (quality assurance) ini adalah supaya memuaskan berbagai pihak yang berada di dalam organisasi, sehingga sasaran dapat tercapai. Penjaminan mutu atau kualitas merupakan bagian yang menyatu dalam membentuk kualitas produk dan jasa suatu organisasi. Mekanisme penjaminan mutu/kualitas yang dipergunakan harus dapat menghentikan perubahan-perubahan apabila dinilai perubahan tersebut menuju ke arah penurunan atau kemunduran. Secara umum dapat disimpulkan bahwa tujuan Penjaminan Mutu dalam dunia pendidikan meliputi: Memelihara dan meningkatkan mutu lembaga pendidikan secara berkelanjutan, yang dijalankan oleh suatu lembaga pendidikan secara internal untuk mewujudkan visi dan misinya. Untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan pendidikan. Dalam arti, dengan adanya penjaminan mutu diharapkan para lulusan (output pendidikan) memiliki kualifikasi yang unggul sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat. Pencapaian tujuan penjaminan mutu melalui kegiatan penjaminan mutu yang dijalankan secara internal, akan dikontrol dan diaudit melalui kegiatan akreditasi yang dijalankan oleh BAN-PT atau lembaga lain secara eksternal. Berkaitan dengan penjaminan kualitas, menurut Sanaky (2011), perkembangan Penjaminan Mutu Pendidikan menguraikan mengenai kegiatan penjaminan kualitas sebagai berikut: Penjaminan kualitas bukan pengendalian kualitas atau inspeksi. Meskipun program penjaminan kualitas (quality assurance) mencakup pengendalian kualitas dan inspeksi, namun kedua kegiatan tersebut hanya merupakan bagian dari komitmen terhadap mutu secara menyeluruh. Penjaminan kualitas bukan kegiatan pengecekan yang luar biasa. Dengan kata lain, departemen pengendali kualitas tidak harus bertanggung jawab dalam pengecekan segala sesuatu yang dikerjakan oleh orang lain. Penjaminan kualitas bukan menjadi tanggung jawab bagian perancangan. Dengan kata lain, departemen penjaminan kualitas bukan merupakan keputusan bidang perancangan atau teknik, tetapi membutuhkan orang yang dapat bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan dalam bidang-bidang yang dibutuhkan dalam perancangan. Penjaminan kualitas bukan bidang yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Pendokumentasian dan sertifikasi yang berkaitan dengan penjaminan kualitas bukan pemborosan. Kegiatan penjaminan kualitas merupakan kegiatan pengendalian melalui prosedur secara benar, sehingga dapat mencapai perbaikan dalam efisiensi, produktivitas, dan profitabilitas. Penjaminan kualitas bukan merupakan obat yang mujarab untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dengan penjaminan kualitas, justru akan dapat mengerjakan segala sesuatu dengan baik sejak awal dan setiap waktu (do it right the first time and every)”. Mekanisme kerja sistem penjaminan mutu seperti dijelaskan dalam “Roda Deming,” yaitu satu roda yang terdiri dari empat langkah, yang berputar menurut jarum jam. Keempat proses langkah tersebut adalah (1) perencanaan (plan) (2) pelaksanaan (do), (3) evaluasi (check), dan (4) tindakan penyempurnaan (action) yang dapat digambarkan sebagai berikut: Referensi: Asmawi, M. R. (2010). Strategi meningkatkan lulusan bermutu di perguruan tinggi. Hubs-Asia, 10(1). Sanaky, Hujair A. H. (2011). Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP). http://sanaky.staff.uii.ac.id/2011 diakses tanggal 10 Juni 2015. Yorke, M. (1997). The elusive quarry: total quality in higher education. Tertiary Education and Management, 3(2): 145–156.

Budaya Mutu

Kebudayaan terdiri atas berbagai pola, tingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaian secara mandiri atas kelompok-kelompok manusia, termasuk di dalamnya, perwujudan dari benda-benda materi, sumber nilai kebudayaan yang terdiri atas cita-cita dan keterikatan terhadap nilai-nilai. Fokus budaya pada pola pikir seseorang yaitu bagaimanakah cara menganalisa sesuatu berdasarkan keyakinannya dan bagaimana langkah yang akan ditempuh dalam rangka beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya guna mencapai harapan atau tujuan. Sedangkan, kebudayaan sendiri berkaitan dengan tradisi-tradisi yang dianut, simbol-simbol yang dibentuk oleh kelompok tertentu dan nilai yang menjadi pedoman hidup dalam mengambil keputusan atau tindakan yang dibenarkan sesuai dengan tradisi masing-masing kelompok suku (etnis). Budaya mutu pada dasarnya merupakan penggabungan antara kualitas dalam sistem organisasi, mengarah pada lingkungan internal yang positif dan penciptaan pelanggan. Pola pikir dapat berubah-ubah di setiap tingkatan manajemen. Sebagai proses dimulainya kualitas budaya dengan pimpinan yang memahami terhadap nilai pandang suatu sistem dan juga percaya dalam implementasinya. Jadi guna menciptakan budaya seperti pola berpikir yang selalu berubah-ubah adalah sangat penting. Hal tersebut dapat dicapai baik melalui realisasi diri pada tingkat atas ataupun melalui pelatihan-pelatihan dan lokakarya. Dalam Total Quality Management in Education perlu diperhatikan beberapa hal-hal pokok sebagai konsep yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas atau mutu. Adapun hal-hal yang pokok tersebut adalah: Perbaikan terus menerus (continuous improvement). Menentukan standar mutu (quality assurance). Perubahan kultur (change of culture). Perubahan organisasi (up-down organization). Referensi: Asmawi, M. R. (2010). Strategi meningkatkan lulusan bermutu di perguruan tinggi. Hubs-Asia, 10(1).

Proses Pendidikan di Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi merupakan wahana tenaga ahli yang diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberi sumbangan kepada pembangunan. Sebagai usaha sistematis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia maka Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan empat kebijakan pokok dalam bidang pendidikan yaitu (1) pemerataan dan kesempatan; (2) relevansi pendidikan dengan pembangunan; (3) kualitas pendidikan; dan (4) efisiensi pendidikan. Khusus untuk perguruan tinggi akan lebih diutamakan membahas mengenai relevansi pendidikan dengan pembangunan yang dalam langkah pelaksanaannya dikenal dengan keterkaitan dan kesepadanan (link and match). Hanya dengan pengetahuan yang mendalam tentang apa yang dibutuhkan pembangunan tersebut, pendidikan akan dapat lebih mencapai hasil sesuai dengan misi, visi dan fungsinya. Upaya menciptakan keterkaitan dan kesepadanan tersebut mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi kegiatan-kegiatan pendidikan (proses belajar mengajar), penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam Dharma Pendidikan, perlu dievaluasi relevansi program dan jurusan yang ada dalam kebutuhan pembangunan, dalam arti apakah sumber daya manusia yang dihasilkan dapat diserap oleh kegiatan perekonomian dan pembangunan. Mengenai penyerapan lulusan perguruan tinggi ini sampai sekarang masih menjadi perdebatan yang belum selesai, yang sebenarnya itu adanya perbedaan di dalam melakukan pendekatan. Sedikitnya itu ada dua pendekatan yang berbeda; yakni pendekatan dari dunia kerja dan pendekatan kalangan perguruan tinggi. Pendekatan pertama, menyatakan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak mampu bekerja sebagaimana yang di inginkan dunia kerja, yakni keahlian yang dimiliki masih jauh dari harapan. Pendekatan pertama ini menginginkan, lulusan perguruan tinggi itu harus memiliki keterampilan kerja (skill) yang memadai dan siap untuk bekerja. Kalangan perguruan tinggi sebenarnya tanggap dan merespon, sehingga disiapkan berbagai sarana dan prasarana, seperti komputerisasi; laboratorium, bengkel kerja dan pusat data. Namun pada kenyataannya dalam membentuk keahlian itu tidaklah memadai dan tidak menyebar secara merata di setiap perguruan tinggi. Pendekatan kedua, dari kalangan perguruan tinggi yang menyatakan bahwa sesuai dengan tujuan pendidikan yakni untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 4 UU RI Nomor 20 Tahun 2003). Kecakapan dan keterampilan kerja (skill) itu memang tidak identik, keterampilan merupakan bagian dari kecakapan yang bisa dimiliki oleh calon ekonom. Pada pendekatan kedua ini memang, tujuan pendidikan itu tidak disiapkan hanya untuk siap kerja, tetapi jauh lebih luas, yakni menyangkut pembentukan peserta didik menjadi manusia seutuhnya dan keterampilan merupakan hal yang penting yang dapat dimiliki oleh seseorang. Namun demikian, seyogyanya perbedaan dua pendekatan yang berbeda ini harus dikembangkan adanya pemahaman yang mendalam sehingga tidak saling mengklaim benarnya sendiri, minimal dapat ditarik benang merahnya. Pendidikan sebagai suatu proses, pertama mengenal adanya raw-input dan instrumental input. Raw input merupakan peserta didik sedangkan instrumental input terdiri dari : gedung, perpustakaan, pedoman akademik, dosen, kurikulum, metode dan lain-lain. Kedua raw input dan instrumental input masuk dalam proses, yang ini akan memakan waktu delapan (8) semester. Ketiga, output (hasil didik) yang sesuai dengan kriteria institusi dan siap untuk masuk ke dalam persaingan sumber daya manusia. Dosen merupakan instrumen yang sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan, karena dari dosenlah perpindahan ilmu dilakukan kepada peserta didik. Perguruan tinggi yang memiliki tenaga-tenaga dosen yang berkualitas akan banyak diminati oleh masyarakat. Karena itu program untuk meningkatkan kualitas para dosen adalah merupakan kewajiban yang tidak ditawar-tawar lagi pada saat ini dan dimasa mendatang. Perguruan tinggi yang tidak mau mengikuti arusnya perkembangan perubahan sekarang dan dimasa datang akan ditinggalkan oleh masyarakat dan lambat atau cepat akan mengalami kemunduran, yang akhirnya akan mengalami keruntuhan. Disisi lain, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi. Kurikulum dibagi dalam kurikulum inti dan kurikulum lokal (institusional). Kurikulum inti adalah bagian dari kurikulum pendidikan tinggi yang berlaku secara nasional untuk setiap program studi, yang memuat tujuan pendidikan, isi pengetahuan, dan kemampuan minimal yang harus dicapai peserta didik, dalam penyelesaian suatu program studi. Disisi lain kurikulum lokal (institusional) adalah bagian dari kurikulum pendidikan tinggi yang berkenaan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Untuk mengembangkan kurikulum pendidikan tinggi, perguruan tinggi yang bersangkutan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. (Pasal 38 ayat 3 dan 4 UU RI Nomor 20 Tahun 2003). Mengenai pengembangan kurikulum ini, disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangkan Negara kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan : Pengikatan iman dan takwa. Peningkatan akhlak mulia. Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat peserta didik. Keragaman potensi daerah dan lingkungan. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Tuntutan dunia kerja. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Agama. Dinamika perkembangan global, dan Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. (Pasal 36 ayat 3 UU RI Nomor 20 Tahun 2003). Referensi: Asmawi, M. R. (2010). Strategi meningkatkan lulusan bermutu di perguruan tinggi. Hubs-Asia, 10(1).